Alasnya memakai Nyiu atau nyiru, diatasnya berisi base
tampelan, beras, benang, uang kepeng, kemudian disusuni
dengan sebuah taledan. Diatasnya diletakkan dan diatur
sedemikian rupa komponen - komponennya berupa Nasi
berbentuk bulan, matahari, bangkal/babi, burung, jalan, tulang
iga (rusuk), tulang dada (tangkar) dan beberapa kepelan nasi
putih ada yang disisipi congger (sejenis jajahitan), bulu ayam,
bulu itik, angsa, siput digoreng/direbus, bandeng, ikan laut, telur
direbus, terasi, bawang, jahe, kunir, kencur, lombok (semuanya
mentah), nasi kepelan disusuni rarasmen dan pelas, nasi
takilan, penek hamong, tumpeng gurih, sayur-sayuran 108
jenis, tulung bade berisi nasi dan rarasmen, dilengkapi seekor
ulam ayam panggang dan raka - raka. Diatasnya diletakkan
sebuah sampyan nagasari berisi porosan, bunga, rampe, di
lengkapi canang genten . Raruntutannya berupa suci alit,
daksina, peras, ajuman, tipat kelanan.
Penggunaan Banten Jajanganan, fungsinya sama dengan
Byakala; yaitu untuk menyucikan diri, hanya penggunaannya berbeda. Byakala dipergunakan pada
anak yang telah tanggal giginya.