- Di sanggar pesaksi : peras, ajuman, daksina, pengresikan, suci dua soroh beserta runtutannya, dan banten dewa-dewi
- Di depan bangunan yang baru selesai : banten pemelaspas, banten ayaban pulagembal / bebangkit (diletakan diatas meja)
- Dasar bangunan : pedagingan diletakan di rapetan, peras, ajuman, daksina, suci
- Janggarwangi / peralatan yang ada didalam bangunan : sama seperti di sanggar pesaksi, suci dua soroh, dilengkapi tikar, kasur simbolis, bantal, yang khusus untuk bangunan suci dan pesuciannya ditambahkan cermin serta kaca kecil
- Atap bangunan (Murdha) : diletakan beberapa buah orti dari daun lontar, bila bangunan berbentuk Padmasana, atau Meru, maka puncaknya dilengkapi dengan pedagingan. Demikian pula dibagian tengah (madyaning tumpang / madyaning pepalihan)
- Natah sanggah : byakala, prayascita, durmengala, segehan agung, caru ayam brumbun beserta runtutannya
- Di depan manggala upacara : banten panyucian, eteh-eteh penglukatan,daksina gede, suci gede, banten arepan, upakara ini menjadi hakk dari pimpinan upacara yang berfungsi sebagai tanda terima kasih dari penyelenggara upacara
Dalam tingkatan ini upacara dipimpin oleh Sulinggih
Ajuman,
Durmengala,
Prayascita,
Banten Arepan,
Daksina,
Peras,
Banten Ayaban Tumpeng Pitu,
Banten Dewa-dewi,
Suci,
Banten Pemelaspas,
Banten Penyucian,
Canang Papendeman,
Caru Ayam Brumbun,
Orti,
Pedagingan,
Pengeresikan,
Segehan Agung,
Daksina Gede,
Eteh-eteh Penglukatan,
Rapetan