Banten Panglepas Aon:
Alasnya memakai daun talujungan, diatasnya berisi nasi
Muncuk Kukusan, Raka-raka, Rarasmen, Sampyan Nagasari,
Canang Burat Wangi Lenga wangi, Pasucian, Lis Babuu. Pada
nasi Muncuk Kukusan disisipi linting 3 buah, yang masing-masing digantungi pipil berisi calon nama si bayi yang terbuat
dari secarik rontal. Dalam pelaksanaan upacaranya, linting
dinyalakan dan yang mati paling akhir dipakai namanya dan
rontal tersebut diambil abunya ditempelkan pada dahi si bayi.
Panglepas Aon sebagai
lambang melepas pengaruh negatifnya dari Nyama Bajang dan Sang
Catur Sanak. Banten Panglepas Aon memakai Nasi muncuk
kukusan berupa gunung lambang sthananya Ida Sang Hyang
Widhi dan leluhur - leluhur yang telah suci, berisi tiga buah linting
digantungi nama-nama si bayi dibuat dari daun rontal kemudian
dibakar dan menyala, satu persatu mati dan yang mati terakhir
dipandang suci dan disambut serta abunya diletakkan pada dahi
si Bayi, serta nama yang tersurat diabadikan sebagai namanya.
Dua buah linting yang mati duluan itulah yang dilepaskan, dan yang
terakhir di sambut dengan upacara Panyambutan.