Alasnya memakai sebuah ceper, taledan, diatasnya berisi 7 buah tangkih atau celemik, masing-masing berisi : ambuh, sisig, minyak rambut, tepung putih/kuning, asem, tepung tawar, bija, diatasnya diletakkan sebuah canang payasan.
Banten Pabersihan, yang bermakna untuk pembersihan dan
penyucian, mempergunakan minyak, ambuh, sisig, asem dan
kekosok bermakna untuk pembersihan lahir, sedangkan bija/beras
kuning dan tepung tawar bermakna untuk pembersihan batin.
Tepung tawar dibuat dari daun dadap, beras dan kunir ditumbuk.
Daun dadap merupakan lambang kekuatan spiritual yang patut
dimiliki. Pohon Dadap disebut Taru Sakti dimanapun ditanam atau
berada mampu hidup. Beras Kuning dibuat dari beras dicampur
kunir, melambangkan kebahagiaan. Bija lambang Dewi Sri, Dewa
Kumara, kemakmuran dan juga untuk menghindarkan diri dari mala
petaka. Pembersihan dan penyucian memakai banten Pabersihan
berfungsi untuk memperoleh keseimbangan dalam lahir dan batin.