Upacara ini ditujukan bagi bayi yang baru lahir. Upacara ini mengandung makna sebagai ucapan angayubagia atas kehadirannya di dunia.
a Sarana/Upakara :
1) Dapetan, terdiri dari nasi berbentuk Tumpeng dengan lauk pauknya (rerasmen) dan buah-buahan.
2) Canangsari/Canang Genten, Sampiyan Jet dan Penyeneng.
3) Untuk menanam ari-ari (mendem ari-ari) diperlukan sebuah kendil (periuk kecil) dengan tutupnya atau buah kelapa satu butir (airnya dibuang).
4) Banten Mapag Rare, dipersembahkan kepada sang dumadi yaitu yang turun menjelma, agar melindungi dan memberikan keselamatan
b. Tata cara pelaksanaan :
1) Bayi yang baru lahir diupacarai dengan banten Dapetan, Canang Sari, Canang Genten, Sampiyan dan Penyeneng. Tujuannya agar Atman/Roh
yang menjelma pada si bayi mendapatkan keselamatan
2) Setelah Ari-ari dibersihkan, lalu dimasukkan kedalam kendil kemudian ditutup. Apabila mempergunakan kelapa, terlebih dahulu dibelah menjadi dua bagian, selanjutnya ditutup kembali. Perlu diingat sebelum kendil atau kelapa yang digunakan maka pada bagian tutup kendil atau belahan kelapa bagian atas ditulis dengan aksara suci "OM KARA” (OM) dan aksara "AH KARA" (AH) pada dasar bagian dalam kendil atau kelapa.
3) Kendil atau kelapa kemudian dibungkus dengan kain putih dan didalamnya diisi dengan bunga.
4) Proses selanjutnya kendil atau kelapa ditanam dihalaman rumah tepatnya pada bagian kanan pintu rumah untuk laki-laki, dan bagian kiri untuk wanita (dilihat dari dalam rumah).
5) terakhir menyelenggarakan upacara Mapag Rare pada merajan