Upacara ini sebagai penyucian dan upaya spiritual untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan unsur kekuatan alam yang ada ditempat tersebut, dengan sesajen sebagai berikut :
Sesajen yang terkecil terdiri dari : Byakala, Prayascita, dan Segehan Cacahan yang nasinya berwarna lima. Tempat upacaranya di depan bangunan. Bila memungkinkan ditentukan pula salah satu tempat atau kamar yang akan dipakai untuk bersembahyang sehari-hari. Upacara prayascitta dimulai dari tempat tersebut, dilanjutkan ke kamar-kamar yang lain, dan diakhiri dengan mabyakala serta maprayascita bagi anggota keluarga. Setelah itu barulah menghaturkan Segehan, di halaman tempat pemujaan (kalau ada), di halaman rumah dan di pintu masuk pekarangan rumah jika memungkinkan). Bila tempat persembahyangan diadakan di dalam kamar maka tidak perlu menghaturkan Segehan.